Tuesday, February 19, 2013 - 1 comments

Ketertarikan Pada Sesama Jenis



Setiap manusia di lahirkan dengan pasangannya mereka masing-masing. Laki-laki dan perempuan, itu sudah menjadi kodrat seperti yang memang kita ketahui selama ini. Namun apa jadinya kalau hal itu sekarang sudah mulai menyimpang dari yang seharusnya sudah di tentukan oleh Tuhan. Sudah sejak lama banyak pro dan kontra tentang apa yang akan saya tuliskan disini. Semua orang boleh berkritik tapi jangan sekali-sekali anda menghina atau menjudge mereka sebelum anda mengenal mereka lebih dalam lagi. Mereka juga tidak menginginkan hal itu terjadi di diri mereka, namun takdir berkata lain. Tuhan sudah menggariskan semuanya sejak manusia terlahir, namun manusia itu sendiri yang akan menentukan bagaimana takdir mereka selanjutnya.
Seorang teman saya pernah bercerita tentang pengalaman seseorang yang terdekat dengannya. Semuanya menyimpang ketika (panggil : Dia) sejak masih kanak-kanak. Tak ada salahnya seorang anak bermain dengan lawan jenisnya, kan. Semua orang butuh bersosialisasi. Namun hal itu malah membuat Dia bersikap seolah-olah Dia seorang pria, mengerti yang saya maksudkan? Bermain bersama pria, membuat dia berpenampilan layaknya pria, dan bersikap layaknya pria juga. Keluarganya tidak pernah memprotes apa yang menjadi jalan hidupnya. Namun mereka tidak mengetahui seperti apa sosok Dia sebenarnya.
Sedari kecil Dia sudah mempunyai ketertarikan pada sesama jenis, perempuan. Awalnya dengan menjalin pertemanan biasa, lama-lama Dia merasakan kenyamanan yang Dia butuhkan sebagai pendamping hidupnya, yang Dia tidak dapatkan dari seorang pria meskipun Dia lebih banyak bergaul dengan pria. Dia sadar dengan apa yang terjadi di dirinya, ini menyimpang dengan yang sudah seharusnya di gariskan oleh tangan Tuhan. Dia sendiri sebenarnya tidak ingin seperti ini, namun takdir berkata lain. Meskipun Dia pernah mencoba untuk membuka hati kepada seorang pria dan pria itu sangat mencintainya. Namun suatu ketika Dia tidak merasakan kenyamanan seperti yang Dia dapatkan dari sesama jenisnya. Dia kembali pada pasangannya yang dulu. Memang banyak yang mengatakan ketika kita ingin curhat, kita akan mendapatkan perasaan yang sama dengan teman sesama jenis. Namun bukan berarti menyimpang dari ketentuan yang sudah seharusnya.
Suatu ketika dia menemukan seorang wanita yang berbeda agama dengannya, dia cantik dan mengerti apa yang Dia butuhkan saat itu. Namun Dia mungkin tidak berpikir jauh ke depan, karena tanpa Dia sadari Dia mulai jauh dengan agamanya sendiri bahkan orangtuanya. Sebagai orangtua memang tidak melarang apabila kita berteman dengan siapapun, agama apapun, dari suku manapun. Tak ada orangtua yang akan melarang. Namun Dia sudah melewati apa yang sudah menjadi ketentuan dalam keluarganya. Dia sudah terlanjur mencintai wanita itu begitu pula sebaliknya.
Semakin dewasa Dia sudah semakin masuk ke dalam dunia yang menyimpang dari siapa dia sesungguhnya. Dan sampai saat ini Dia masih berhubungan dengan wanita yang Dia cintai. Namun Dia juga berpikir bagaimana Dia akan menjelaskan ketika orangtuanya mengetahui kepribadiannya ini. Bagaimana Dia harus menghadapi pandangan orang-orang yang selalu memandangnya dengan sebelah mata? Apa yang salah dengan jalan hidupnya sebenarnya? Semua orang boleh menentukan jalan hidupnya, dan mereka sudah mempunyai komitmen dengan apa yang mereka lakukan.
Seperti hal nya berbeda agama, kita tidak boleh untuk menjauhi atau membeda-bedakan setiap orang. Semua makhluk itu ciptaan Tuhan. Kita tidak memiliki hak untuk menjudge seseorang hanya dengan melihat dari penampilan luar. Coba terima perbedaan, sesungguhnya itulah yang menjadi jalan hidup mereka. Kita tidak berhak untuk menentukan hidup seseorang, kan?

1 comments:

Post a Comment