Setiap manusia di lahirkan dengan pasangannya
mereka masing-masing. Laki-laki dan perempuan, itu sudah menjadi kodrat seperti
yang memang kita ketahui selama ini. Namun apa jadinya kalau hal itu sekarang
sudah mulai menyimpang dari yang seharusnya sudah di tentukan oleh Tuhan. Sudah
sejak lama banyak pro dan kontra tentang apa yang akan saya tuliskan disini. Semua
orang boleh berkritik tapi jangan sekali-sekali anda menghina atau menjudge
mereka sebelum anda mengenal mereka lebih dalam lagi. Mereka juga tidak
menginginkan hal itu terjadi di diri mereka, namun takdir berkata lain. Tuhan sudah
menggariskan semuanya sejak manusia terlahir, namun manusia itu sendiri yang akan
menentukan bagaimana takdir mereka selanjutnya.
Seorang teman saya pernah bercerita tentang
pengalaman seseorang yang terdekat dengannya. Semuanya menyimpang ketika (panggil
: Dia) sejak masih kanak-kanak. Tak ada salahnya seorang anak bermain dengan
lawan jenisnya, kan. Semua orang butuh bersosialisasi. Namun hal itu malah
membuat Dia bersikap seolah-olah Dia seorang pria, mengerti yang saya
maksudkan? Bermain bersama pria, membuat dia berpenampilan layaknya pria, dan
bersikap layaknya pria juga. Keluarganya tidak pernah memprotes apa yang
menjadi jalan hidupnya. Namun mereka tidak mengetahui seperti apa sosok Dia
sebenarnya.
Sedari kecil Dia sudah mempunyai ketertarikan
pada sesama jenis, perempuan. Awalnya dengan menjalin pertemanan biasa,
lama-lama Dia merasakan kenyamanan yang Dia butuhkan sebagai pendamping
hidupnya, yang Dia tidak dapatkan dari seorang pria meskipun Dia lebih banyak
bergaul dengan pria. Dia sadar dengan apa yang terjadi di dirinya, ini
menyimpang dengan yang sudah seharusnya di gariskan oleh tangan Tuhan. Dia sendiri
sebenarnya tidak ingin seperti ini, namun takdir berkata lain. Meskipun Dia
pernah mencoba untuk membuka hati kepada seorang pria dan pria itu sangat
mencintainya. Namun suatu ketika Dia tidak merasakan kenyamanan seperti yang
Dia dapatkan dari sesama jenisnya. Dia kembali pada pasangannya yang dulu. Memang
banyak yang mengatakan ketika kita ingin curhat, kita akan mendapatkan perasaan
yang sama dengan teman sesama jenis. Namun bukan berarti menyimpang dari
ketentuan yang sudah seharusnya.
Suatu ketika dia menemukan seorang wanita yang
berbeda agama dengannya, dia cantik dan mengerti apa yang Dia butuhkan saat
itu. Namun Dia mungkin tidak berpikir jauh ke depan, karena tanpa Dia sadari
Dia mulai jauh dengan agamanya sendiri bahkan orangtuanya. Sebagai orangtua
memang tidak melarang apabila kita berteman dengan siapapun, agama apapun, dari
suku manapun. Tak ada orangtua yang akan melarang. Namun Dia sudah melewati apa
yang sudah menjadi ketentuan dalam keluarganya. Dia sudah terlanjur mencintai
wanita itu begitu pula sebaliknya.
Semakin dewasa Dia sudah semakin masuk ke dalam
dunia yang menyimpang dari siapa dia sesungguhnya. Dan sampai saat ini Dia
masih berhubungan dengan wanita yang Dia cintai. Namun Dia juga berpikir
bagaimana Dia akan menjelaskan ketika orangtuanya mengetahui kepribadiannya
ini. Bagaimana Dia harus menghadapi pandangan orang-orang yang selalu
memandangnya dengan sebelah mata? Apa yang salah dengan jalan hidupnya
sebenarnya? Semua orang boleh menentukan jalan hidupnya, dan mereka sudah
mempunyai komitmen dengan apa yang mereka lakukan.
Seperti hal nya berbeda agama, kita tidak boleh
untuk menjauhi atau membeda-bedakan setiap orang. Semua makhluk itu ciptaan
Tuhan. Kita tidak memiliki hak untuk menjudge seseorang hanya dengan melihat
dari penampilan luar. Coba terima perbedaan, sesungguhnya itulah yang menjadi
jalan hidup mereka. Kita tidak berhak untuk menentukan hidup seseorang, kan?
1 comments:
buat siapa itu??
Post a Comment