Monday, February 18, 2013 - 0 comments

Bertahan Karenamu..


BERTAHAN KARENAMU
Kalau aku mau, aku bisa saja berhenti sampai disini, aku bisa saja pergi meninggalkan kamu begitu saja, aku bisa saja lupakan kebodohanku selama ini. Tapi aku tidak bisa. Aku terlanjur jatuh cinta dengan mata indah, hidung mancung, bibir tipis, dan kulit kecoklatanmu itu. Aku terlanjur mencintai setiap inci keindahan pada dirimu. Aku terlanjur mencintai setiap kata obrolan kita setiap malam. Aku terlanjur mencintai setiap ejekan dan kejahilanmu. Aku terlanjur cinta…
Tapi aku tahu, setiap kata cinta akan beresiko untuk kami, terlebih lagi beresiko untuk menyakitiku. Karena setiap kata cinta yang tak pernah terbalaskan, dengan kata maupun tindakan. Hanya aku yang jatuh cinta, selebihnya mengalir  tanpa arah dan tujuan. Seperti bunga yang gugur di musim semi, setidaknya bunga pernah menghiasi pohon. Begitu juga aku, setidaknya aku selalu mengisi hari-hari mu, menyemangatimu, memperhatikanmu, dan mencintaimu.
Lalu apa yang sebenarnya aku harapkan? Bahkan ini terlalu absurd untuk dijelaskan dengan perasaan yang nyata. Aku tetap mencintainya, meskipun dia entah sampai kapan hatinya masih tertambat pada gadis lain. Aku tidak ingin menunjukkan ego ku, aku tidak ingin ambil pusing. Kalau aku cinta, ya sudah aku memang mencintai untuk mengikhlaskan apa yang ku pertahankan selama ini.
Bagiku tidak mudah melepasmu, banyak yang telah terjadi diantara kita. Kalau aku ingi mengeluh, aku rindu setiap obrolan kami sepanjang malam sebelum aku pergi tertidur, aku selalu mimpi indah setelah itu. Tapi apakah dia merindukanku? Dia mencintaiku? Aku rasa tidak! Karena jika denganku, dia bersikap seolah dia tidak ingin tahu dan tidak mau peduli.  Seharusnya dia mengerti, aku tidak pernah bosan dengan setiap ejekannya, aku tidak akan tertidur sebelum aku dengar kabar darinya. Seharusnya dia mengerti aku terus mempertahankan setiap ego di sela-sela pertahananku untuk menginginkan kamu lebih.
Jika aku berani bertanya, salah apa rasa sayangku? Aku juga tahu, semakin aku menunggu semakin aku takut untuk kehilanganmu, kehilangan seseorang yang bahkan tidak pernah melirikku lebih dari melirik gadis lain. Seharusnya aku tahu, sebesar apapun usahaku mempertahankanmu, nantinya aku akan tahu bahwa aku tidak akan sanggup. Aku lelah…
Bagaimanapun kamu tidak mempedulikanku, aku tetap tidak akan meninggalkanmu. Karena ketika aku sudah siap pergi, aku juga harus siap kehilangan teman terbaik, belahan jiwaku, senyumanku, tertawaku, segalanya milikku. Dan itu kamu…

0 comments:

Post a Comment