BERTAHAN KARENAMU
Kalau aku mau, aku bisa saja berhenti sampai
disini, aku bisa saja pergi meninggalkan kamu begitu saja, aku bisa saja
lupakan kebodohanku selama ini. Tapi aku tidak bisa. Aku terlanjur jatuh cinta
dengan mata indah, hidung mancung, bibir tipis, dan kulit kecoklatanmu itu. Aku
terlanjur mencintai setiap inci keindahan pada dirimu. Aku terlanjur mencintai
setiap kata obrolan kita setiap malam. Aku terlanjur mencintai setiap ejekan
dan kejahilanmu. Aku terlanjur cinta…
Tapi aku tahu, setiap kata cinta akan beresiko
untuk kami, terlebih lagi beresiko untuk menyakitiku. Karena setiap kata cinta
yang tak pernah terbalaskan, dengan kata maupun tindakan. Hanya aku yang jatuh
cinta, selebihnya mengalir tanpa arah
dan tujuan. Seperti bunga yang gugur di musim semi, setidaknya bunga pernah
menghiasi pohon. Begitu juga aku, setidaknya aku selalu mengisi hari-hari mu,
menyemangatimu, memperhatikanmu, dan mencintaimu.
Lalu apa yang sebenarnya aku harapkan? Bahkan ini
terlalu absurd untuk dijelaskan dengan perasaan yang nyata. Aku tetap
mencintainya, meskipun dia entah sampai kapan hatinya masih tertambat pada
gadis lain. Aku tidak ingin menunjukkan ego ku, aku tidak ingin ambil pusing. Kalau
aku cinta, ya sudah aku memang mencintai untuk mengikhlaskan apa yang ku
pertahankan selama ini.
Bagiku tidak mudah melepasmu, banyak yang telah
terjadi diantara kita. Kalau aku ingi mengeluh, aku rindu setiap obrolan kami
sepanjang malam sebelum aku pergi tertidur, aku selalu mimpi indah setelah itu.
Tapi apakah dia merindukanku? Dia mencintaiku? Aku rasa tidak! Karena jika
denganku, dia bersikap seolah dia tidak ingin tahu dan tidak mau peduli. Seharusnya dia mengerti, aku tidak pernah
bosan dengan setiap ejekannya, aku tidak akan tertidur sebelum aku dengar kabar
darinya. Seharusnya dia mengerti aku terus mempertahankan setiap ego di
sela-sela pertahananku untuk menginginkan kamu lebih.
Jika aku berani bertanya, salah apa rasa
sayangku? Aku juga tahu, semakin aku menunggu semakin aku takut untuk kehilanganmu,
kehilangan seseorang yang bahkan tidak pernah melirikku lebih dari melirik
gadis lain. Seharusnya aku tahu, sebesar apapun usahaku mempertahankanmu,
nantinya aku akan tahu bahwa aku tidak akan sanggup. Aku lelah…
Bagaimanapun kamu tidak mempedulikanku, aku
tetap tidak akan meninggalkanmu. Karena ketika aku sudah siap pergi, aku juga
harus siap kehilangan teman terbaik, belahan jiwaku, senyumanku, tertawaku,
segalanya milikku. Dan itu kamu…

0 comments:
Post a Comment